Banner
PPDBSIM PAS SMA Batik 1 Ska
Login Member
Username:
Password :
Jajak Pendapat
Dari Manakah Kamu Mengetahui tentang SMA Batik 1 Surakarta
Website
Koran
Teman
Lainnya
  Lihat
Statistik

Total Hits : 278822
Pengunjung : 48670
Hari ini : 56
Hits hari ini : 247
Member Online : 69
IP : 54.204.64.152
Proxy : -
Browser : Opera Mini
:: Kontak Admin ::

smabatiksatu    
Agenda
20 April 2014
M
S
S
R
K
J
S
30
31
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10

Pembelajaran berbasis Laboratorium

Tanggal : 18-07-2012 09:05, dibaca 361 kali.

Oleh : Zaenul Arifin

Strategi pembelajaran yang memungkinkan peserta didik dapat mempraktekkan secara empiris kemampuan kognitif, afektif, psikomotorik menggunakan sarana laboratorium. Laboratorium adalah Tempat kerja/praktek untuk unjuk kerja atau melakukan percobaan/ekspriment dapat berupa tempat real dan maya (virtual). laboratorium dapat berupa : Bengkel, Rumah sakit, Studio, Laut, Pasar, Hotel, Perkantoran, Pabrik Dll

TEORI YANG MENDASARI

Berapa model dan Paradigma pendidikan telah mengacu pada strategi berbasis laboratorium semisal ,  konstruktivistik, contectual learning dll. beberapa Teori belajar yang mendasari strategi pembelajaran berbasis labaraotorium diantaranya :

Gestalt dan field teories (pandangan kognitif) : menurut pandangan kognitif belajar merupakan perubahan kognitif (pemahaman). Belajar bukan hanya ulangan tetapi perubahan struktur pengertian. Menurut Teori belajar piaget :bahwa Interaksi yang terus menerus antara individu dan lingkungan adalah pengetahuan. Untuk memahami pengetahuan seseorang dituntut untuk mengenali dan menjelaskan berbagai cara bagaimana individu berinteraksi dengan lingkungannya. sedangkan Teori belajar brunner, menyatakan untuk mendapatkan pemahaman belajar dengan menemukan sendiri, sehingga menggunakan pendekatan discovery (menemukan sendiri). Pemahaman didapatkan secara induktif dengan membuat perkiraan yang masuk akal atau menarik kesimpulan.

Cone of experience       (edgar dale & james finn, 1946), menjelaskan piramida percobaan adalah seperti berikut :

 

 selain laboratorium real seperti diatas, laboratorium dengan kecangihan teknologi dapat dibuat menjadi laboratorium maya atau laboratorium virtual yang dapat berbasis web atau program dalam komputer.

Hakikat Pembelajaran Berbasis Laboratorium Virtual

Dalam metodologi pembelajaran, ada dua aspek yang cukup menonjol, yaitu metode pembelajaran dan media pembelajaran . Media sangat berperan dan membantu guru dalam mencapai tujuan pembelajaran. Media adalah segala  sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan dari pengirim kepada penerima sehingga dapat merangsang pikiran , perasaan, perhatian dan minat siswa yang menjurus ke arah terjadinya proses belajar.

Penggunaan Media khususnya komputer dalam pembelajaran sangat memudahkan bagi guru dalam menyajikan  materi ,misalnya pada Progran Power Point, kita dapat membuat gambar yang bergerak (animasi) ,materi dengan latar belakang gambar atau foto .Desain gambar  lebih menarik , dapat merangsang siswa lebih banyak beraktivitas. Disamping itu siswa juga dapat mencari bahan-bahan atau materi dari internet.

Sebagai media yang diharapkan akan menjadi bagian dari suatu proses belajar mengajar di sekolah, internet diharapkan mampu memberikan dukungan bagi terselenggaranya proses komunikasi interaktif antara guru dan siswa . Dari sejumlah studi yang telah dilakukan,menunjukkan bahwa internet memang bisa dipergunakan sebagai media pembelajaran, seperti studi telah dilakukan oleh center for applied Special Technology ( CAST) pada tahun 1996.

Salah satu pemanfaat internet adalah untuk melakukan pembelajaran secara online melalui Laboratorium Virtual. Laboratorium virtual bisa dilakukan secara online dengan internet atau berupa software yang dapat diinstall  ke PC atau laptob. Laboratorium virtual atau bisa disebut dengan istilah Virtual Labs adalah serangkaian alat-alat laboratorium yang berbentuk perangkat lunak (software) komputer berbasis multimedia interaktif, yang dioperasikan dengan komputer dan dapat mensimulasikan kegiatan di laboratorium seakan-akan pengguna berada pada laboratorium sebenarnya. Laboratorium virtual potensial untuk memberikan peningkatan secara signifikan dan pengalaman belajar yang lebih efektif. Pengembangan laboratorium virtual ini diharapkan dapat menyelesaikan permasalahan belajar yang dialami oleh peserta didik dan mengatasi permasalahan biaya dalam pengadaan alat dan bahan yang digunakan untuk melakukan kegiatan praktikum bagi sekolah-sekolah yang kurang mampu.

Melalui pembelajaran multimedia dalam bentuk laboratorium virtual, secara umum manfaat yang dapat diperoleh adalah proses pembelajaran menjadi lebih menarik, lebih interaktif, jumlah waktu mengajar dapat dikurangi, kualitas belajar dapat ditingkatkan dan proses belajar mengajar dapat dilakukan di mana saja dan kapan saja. Selain itu, melalui laboratorium virtual, bisa dilakukan penghematan biaya riset, serta riset-riset yang dahulu tidak mungkin dilakukan, karena keterbatasan pengkondisian sistem, saat ini telah bisa dilakukan (Reismeiyanto, 2008).

Menurut Farreira (2010), Beberapa manfaat yang dapat diperoleh dengan menggunakan laboratorium virtual online adalah

  1. Mengurangi keterbatasan waktu, jika tidak ada cukup waktu  untuk mengajari seluruh peserta didik di dalam lab hingga mereka paham,
  2. Mengurangi hambatan geografis, jika terdapat siswa atau mahasiswa yang berlokasi jauh dari pusat pembelajaran (kampus),
  3. Ekonomis, tidak membutuhkan bangunan lab, alat-alat dan bahan-bahan seperti pada laboratorium konvensional,
  4. Meningkatkan kualitas eksperimen, karena memungkinkan untuk diulang untuk memperjelas keraguan dalam pengukuran di lab,
  5. Meningkatkan efektivitas pembelajaran, karena siswa atau mahasiswa akan semakin lama menghabiskan waktunya dalam lab virtual tersebut berulang-ulang,
  6. Meningkatkan keamanan dan keselamatan, karena tidak berinteraksi dengan alat dan bahan kimia yang nyata.

Kelemahan dalam pemanfaatan Laboratorium Virtual online :

  1. Keterbatasan pengetahuan mengenai tata cara pelaksanaan praktikum online, karena kebanyakan penyedia layanan Virtual Labs menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar.
  2. Kurangnya pengalaman secara riil di laboratorium nyata, sehingga terjadi kebingungan peserta didik dalam merangkai alat dan mengoperasikannya.
  3. Laboratorium Virtual tidak memberikan pengalaman di lapangan secara nyata.

Beberapa penyedia layanan Laboratorium Virtual (Virtual Labs) memberikan layanan secara gratis dan sebagiannya lagi secara berbayar. Kita bisa memanfaatkan Virtual Labs gratis untuk menunjang pemahaman peserta didik kita dalam memahami suatu konsep. Kadang guru tidak sempat melakukan praktikum bersama siswa karena adanya keterbatasan waktu ataupun karena keterbatasan peralatan serta sarana prasana praktikum. Virtual Labs menjadi solusi terbaik untuk melakukan praktikum secara “REAL TIME” kapanpun dan dimanapun peserta didik berada.



Pengirim : Zaenul Arifin
Kembali ke Atas
Artikel Lainnya :
Silahkan Isi Komentar dari tulisan artikel diatas
Nama
E-mail
Komentar

Kode Verifikasi
                

Komentar :

Pengirim : mastomy -  [adminict@smubatilslo.sch.id]  Tanggal : 18/07/2012
good artikel


   Kembali ke Atas